Inwinov Jateng News – Demikian kira-kira analogi yang menggambarkan kiprah salah satu tenant Inkubator Wirausaha Inovasi (INWINOV) Jateng yang bernaung dibawah BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah. Abon Ikan Bandeng dan Pastel Bandeng dengan brand Wina Bandeng, produk yang dikembangkan oleh Kristiana Indrastuti merupakan solusi atas melimpahnya sortiran ikan bandeng yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai oleh-oleh ikan bandeng khas Kota Semarang. Fakta tersebut semakin terungkap ketika Tim Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan Fasilitasi Pengembangan Lembaga Inkubator di lokasi usaha tenant tanggal 19 Mei 2022 lalu.
Tim menyambut baik usaha yang dikembangkan oleh tenant sekaligus mengapresiasi proses inkubasi yang dilakukan oleh INWINOV Jateng terhadap tenant. Terlebih, selling point atau nilai jual dari produk tenant adalah bahan baku yang secara dimensi disisihkan atau tidak termanfaatkan lebih lanjut diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dan secara langsung maupun tidak langsung proses inkubasi telah mendorong tenant melangkah lebih jauh. Untuk diketahui bersama, inkubasi terhadap tenant, mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari pelatihan, mentoring, pendampingan, fasilitasi pameran hingga business matching melibatkan unsur-unsur eksternal potensial pendukung pengembangan usaha tenant. Unsur-unsur eksternal dimaksud antara lain PT. Pertamina, Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Semarang, PT. Pelindo, Alfamart dan Superindo Semarang. Adapun substansi pelatihan, mentoring dan pendampingan mencakup isu-isu teknis strategis pengembangan usaha terkini, diantaranya Sertifikasi dan Perijinan Produk UMKM, Jejaring dan Pengembangan Industri Kreatif, Kelembagaan dan Legalitas Usaha Tenant, Branding Produk dan Pemasaran Digital.
Pada bagian lain, Tim Asdep turut memberikan masukan bagi pengembangan tenant berupa dorongan agar segera melengkapi informasi pendukung kandungan nutrisi pada kemasan produk, agar konsumen dapat secara jelas mengetahui nilai gizi dan bahan baku produk, terlebih Abon Ikan Bandeng telah menapaki tahap kurasi ekspor. Adapun tenant sendiri secara bertahap telah melakukan perbaikan pada sisi kemasan sesuai persayaratan negara tujuan yakni kemasan tanpa kandungan bahan kimia.
Apa yang telah dilakukan oleh tenant sampai dengan saat ini merupakan hasil kolaborasi ekstensif dan intensif dengan inkubator, sehingga perlu kiranya proses inkubasi yang telah berlangsung setengah jalan (1,5 tahun) agar dituntaskan sepenuhnya (3 tahun), tentunya dengan dukungan pihak terkait lainnya. Dalam kesempatan itu Tim Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI mengapresiasi atas kreasi dan inovasi yang dihasilkan dan berkembang selama pandemi.
Telah dibaca 445
Bagikan ke sosial media :