Inwinov Jateng News - Inkubator Wirausaha Inovasi (INWINOV) BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah memenuhi undangan Asosisasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) pada tanggal 4 Februari 2023 dalam acara Rapat koordinasi pengelola Inkubator Bisnis yang menjadi anggota AIBI.
Acara dilakukan dengan daring menggunakan media zoom meeting dan dibuka secara langsung oleh Ketua AIBI Bapak Asril Fitri Syamas. Beliau menyampaikan perkembangan Inkubator Bisnis di Indonesia dan mendorong kompetensi para pengelola dan pendamping Inkubator. Tercatat sampai saat ini anggota AIBI sebanyak 148 Lembaga Inkubator yang berasal dari unsur Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha/Swasta. INWINOV merupakan salah satu pioner Lembaga Inkubator yang dikelola oleh Pemerintah Daerah yang sampai saat ini masih eksis dan berperan dalam perkembangan start up di Indonesia khususnya di Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan Rakornas kali ini AIBI menghadirkan Narasumber Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha, yakni Ibu Christina Agustin, A.Pi., M.M. Dalam paparannya beliau menyampaikan akan terus mendukung kegiatan Inkubasi yang ada di Indonesia melalui Program dan Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM, salah satunya yaitu Program Pengembangan Kewirausahaan, Program Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Inkubator dan selanjutnya akan dirancang program Pemeringkatan Lembanga Inkubator. Dalam proses fasilitasi program tersebut Kemenkop & UKM mendasarkan pada lembaga Inkubator yang telah mendaftar pada SIPENSI (Sistem Pendaftaran, Informasi dan Evaluasi Inkubator Nasional), oleh karena itu para lembaga Inkubator yang belum terdaftar dalam Sipensi, diharapkan untuk segera melakukan registrasi pada SIPENSI dengan alamat website: https://sipensi.kemenkopukm.go.id/.
Paparan selanjutnya oleh Achmad Adhitya (Wakil coordinator PMO Kedaireka Kemendikbudristek). Beliau juga menjabat sebagai Senior Manager Unilever, Direktur Eksekutif Solo Technopark, Wakil Ketua IDST The Habibie Center, Wakil Rektor UNU Yogyakarta. Beliau memaparkan materi Gerakan Bangga Buatan Indonesia, beliau menekankan perguruan tinggi sebagai mata air pengembangan Iptek dan produk anak bangsa. Perlu upaya pengembangan Iptek yang berkelanjutan, pembangunan iptek berbasis pada sumberdaya maritime, akselerasi transformasi digital dan pemulihan pasca pandemic dan pariwisata. Beliau juga menyampaikan program upaya peningkatan kapasitas produk melalui Program Kedaireka, yang dapat diakses oleh Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha dan Industri.
Paparan terakhir disampaikan oleh Dadan Nugraha selaku Direkur Pemanfatan Riset dan Inovasi pada K/L, Masyarakat, dan UMKM Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), beliau menyampaiakan Program pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) merupakan pembiayaan untuk calon perusahaan startup/ rintisan berbasis hasil riset BRIN agar siap untuk menjadi perusahaan pemula yang mendatangkan keuntungan (profitable) dan berkelanjutan (sustainable). Dalam proses pelaksanaan program tersebut, innovator diwajibkan untuk menggandeng/bekerjasama dengan peneliti dari BRIN. Peluang Kolaborasi BRIN dengan Inkubator dalam Program PPBR yaitu Identifikasi hasil riset potensial, seleksi awal calon start up, pengusulan ke program PPBR BRIN, Mentoring, Pendampingan start up dan share fasilitas dan pendanaan.
Para peserta mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh AIBI, agenda seperti ini perlu terus dilakukan secara rutin sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan menjalin jejaring sesama lembaga Inkubator serta peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola Inkubator agar lebih profesional dalam melakukan proses inkubasi dilembaga masing-masing.
Telah dibaca 387
Bagikan ke sosial media :